Orang Bijak Kok Seperti Pengemis

memberi1Mungkin anda pernah mendengar sebuah pepatah “Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah” artinya memberi sesuatu kepada orang lain itu lebih baik daripada meminta sesuatu dari orang lain. Selintas memang terpikir itulah yang sepatutnya anda lakukan terlebih jika orang yang anda beri itu benar-benar sangat membutuhkan. Agama pun mengajarkan seperti itu. Tapi coba anda pikir lagi lebih mendalam mengenai masalah ini. Biasanya, ketika anda meminjamkan sesuatu contohnya uang dengan batas waktu pengembalian yang telah ditentukan, anda akan menagih uang tersebut jika waktunya sudah tiba. Sekali, anda tidak berhasil menagih lain waktu anda menagih lagi. Terus dan terus seperti itu. Saya sangat prihatin dengan situasi seperti ini. Orang bijak kok seperti pengemis. Lalu harus berbuat apa ? Gak usah ditagih? Ya itu juga gak baik. Karena dengan anda tidak menagih, anda akan mencelakakan orang lain. Anda akan membiarkan orang itu sengsara di akhirat karena tidak membayar hutang kepada anda. Lantas harus bagaimana ?. Menurut hemat saya, jika ingin meminjamkan uang kepada orang lain, perhatikan hal-hal berikut ini :

  • Ikhlaskan diri anda ketika akan memberi pinjaman ke orang lain; sehingga ketika dia telat bayar anda akan berbesar hati menerimanya.
  • Janganlah memberi pinjaman kalau sedari awal anda tidak ikhlas. Karena nanti anda akan menjadi seorang pengemis yang terus menerus menagih hutang orang lain.
  • Jika orang yang diberi pinjaman adalah orang yang sering telat membayar padahal dia punya uang terus anda tidak tahu cara untuk menolaknya, berikan saja pinjaman uang seadanya dan jangan terlalu besar; sehingga ketika dia tidak membayar hutang dengan segera anda bisa mengikhlaskan.
  • Untuk menjaga rusaknya amal ibadah anda setelah anda menebak bahwa orang yang anda beri pinjaman itu tidak akan membayar hutang, cepat-cepat niatkan di dalam hati anda bahwa uang yang kita pinjamkan itu, kita ikhlaskan untuk dia.

Mudah-mudahan kita tidak menjadi orang bijak yang pengemis.

Pos ini dipublikasikan di Agama dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s